BAGAIMANA KECINTAAN KEPADA TUHAN

BAGAIMANA KECINTAAN KEPADA TUHAN

Wahai Ahmad! Tidak semua yang mengatakan bahwa aku mencintai Allah, dia benar-benar mencintaiKu, sehingga bisa untuk sedikit makan, berpakaian sederhana, tidurnya adalah sujud, lama ketika berdiri (untuk shalat) dan membiasakan untuk diam. Dia bertawakkal kepadaKu, banyak menangis, sedikit tertawa dan melawan hawa nafsunya serta menjadikan mesjid sebagai rumahnya, ilmu sebagai sahabatnya, zuhud sebagai temannya, ulama sebagai kekasihnya dan orang-orang fakir sebagai rekannya. Mereka mencari keridhoanKu serta lari dari orang-orang yang berbuat maksiat, dirinya selalu sibuk berdzikir kepadaKu, banyak bertasbih, jujur kepada janji dan menepati perjanjian. Hatinya bersih, khusu’ dalam shalat dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan kewajiban serta dia rindu dengan pahala yang Aku miliki dan takut dengan adzabKu serta bersahabat dengan para kekasihKu.

wahai Ahmad! Jika dia menjalankan shalat maka shalatnya sama dengan shalat seluruh ahli alngit dan bumi, ketika dia berpuasa maka puasanya sama dengan puasa ahli langit dan bumi, dia akan menjauhi makanan seperti malaikat menjauhinya dan mengenakan pakaian yang sederhana. Kemudian aku melihat dalam hatinya, disana terdapat sedikit kecintaan kepada dunia, sum’ah, riya dan perhiasan dunia, maka akupun tidak mengizinkan dia untuk ada di sisiKu dan Aku keluarkan kecintaann dari hatinya. semoga keselamatan tercurah kepadamu dan rahmatku. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam

Sebagai kesimpulan kita bisa bagi kepada dua bagian dari poin-poin yang disebutkan dalam hadis mi’raj: pertama, berhubungan dengan gerak manusia menuju Tuhan dimana gerakan ini dimulai dengan kesungguhan, usaha manusia dan sampai kepada tingkatan dimana hati manusia layak untuk mendapat kecintaan Ilahi. Dan dalam rangka menjelaskan bahwa apa yang harus diperbuat manusia setelah dia sampai kepada kecintaan kepada Tuhan dan hal itu tertanam dalam hati, bagaimana Tuhan membawa manusia untuk maju serta diakhir, bagaimana nasib serta masa depan manusia? Dengan kata lain, bisa dikatakan bahwa pusat pembicaraan dalam hadis ini adalah kecintaan Tuhan. Kedua, berkenaan dengan pendahuluan untuk bisa meraih kecintaan dan bagian lain berhubungan dengan efek dan hasil-hasil dari kecintaan Tuhan. Telah dibahas juga bahwa kecintaan Tuhan tidak akan bisa bersatu dengan kecintaan dunia. Pada bagian akhir dari hadis dibahas tentang bagaimana kecintaan kepada Tuhan dan perbuatan-perbuatan yang layak mendapat kecintaan Tuhan.

Hubungan Antara Zuhud dan Ibadah dengan Kecintaan Tuhan

Wahai Ahmad! Tidak semua yang menyangatakan bahwa aku mencintai Allah, dia benar-benar mencintaiKu, sehingga bisa untuk sedikit makan, berpakaian sederhana, tidurnya adalah sujud, lama ketika berdiri (untuk shalat) dan membiasakan untuk diam

Banyak orang yang mengklaim dirinya mencintai Tuhan, sebab sesuatu yang berharga selalu banyak yang mengklaimnya, adakah sesutau yang lebih berharga dari kecintaan Tuhan? Semua agama dan madzhab selalu berbicara menganai kecintaan kepada Tuhan, akan tetapi tidak semuanya secara hakiki pencinta Tuhan. Kecintaan kepada Tuhan memiliki pengaruh khusus dan jelmaan darinya akan terlihat dalam perbuatan, amal dan keadaan seseorang. Salah satu pengaruh yang disebutkan dalam hadis ini adalah dia akan sedikit makan. Tuhan berfirman: orang mencintaKu, di dunia ini dia akan makan hanya untuk melanjutkan kehidupannya dan sekedarnya saja, dia tidak menaruh hati kepada kelezatan dan kehidupan dunia, akan tetapi hanya sekedar menjalankan tugasnya. Dia juga tidak berlebihan dalam berpakaian, tidak mengenakan pakaian untuk berbangga diri dengan mengenakan pakaian yang mahal. Selian itu, karena panjnagnya dia melakukan sujud sehingga dia tertidur serta lama dalam melakukan shalat, selain itu dia juga selelu mebiasakan diri untuk diam.

Hubungan antara sebagian perbuatan tersebut dengan kecintaan kepada Tuhan adalah sesuatu yang jelas, akan tetapi sebagian yang lain membutuhkan kepada penjelasan: apa yang ditekankan, kehidupan yang dicintai Tuhan adalah kehidupan yang sederhana dan menyantap makanan sesuai dengan kebutuhan saja diantaranya untuk kesehatan dan kekuatannya. Selian itu, dia juga sederhana dalam berpakaian, tidak berpakaian dalam rangka berbangga diri dengan mengenakan pakaian yang mahal, sehingga untuk bisa menyiapkan itu semua dia membutuhkan waktu dan modal yang cukup besar. Untuk menyiapkan makanan dan pakaian yang bagus tentunya harus menghabiskan banyak uang, maka tidak akan diragukan lagi dia akan rakus dengan hal-hal ini, artinya hatinya akan banyak terpuat kepada dunia dan akan mencintai apapun selain Tuhan. Karena dia suka untuk menghias dhahir dirinya dan memakan makanan yang serba lezat, maka tentu hatinya hanya perhatian kepada kelezatan-kelezatan dunia, makanan dan pakaian, dan tentunya hati seperti ini bukanlah tempat bagi kecintaan kepada Tuhan.

Hubungan antara sujud dan berdiri (untuk shalat) yang berkepanjangan dengan kecintaan kepada Tuhan adalah sangat jelas. Ketika manusia memiliki seseorang yang dicintai, maka dia senang untuk berlama-lama dengannya dan shalat dan ibadah adalah keadaan dia bersamaan dengan Tuhan. Semakin manusia mencintai Tuhan, dia akan berusaha untuk selalu bersamaNya dan dia tidak akan merasa lelah untuk selalu shalat dan munajat. Jika manusia merasakan lelah karena shalat yang berkepanjngan dan menginginkan untuk segera menyelesaikannya, jelas bahwa kecintaan kepada Tuhan belum terpatri dalam hatinya, sebab jika tidak dia tidak akan merasa lelah karena shalat; apakah seseorang akan merasa lelah ketika bersama dan berbicara dengan kekasihnya?!

Kisah tentang maqam Nabi Muhammad saw. dimana karena terlalu lama melakukan shalat sehingga kakinya membengkak dan karena sujud yang berkepanjangan sehingga beliau pingsan. Dinukilnya juga tentang maqam Uwes Al-Qorni salah seorang sahabat terpilih Rasul saw. dimana beliau mulai malam sampai subuh dalam keadaan sujud dan berkata: “ini adalah malam sujud” dan terkadang sampai subuh dia dalam keadaan ruku’ dan berkata: “ini adalah malam ruku’” atau terkadang sampai subuh dia dalam kondisi berdiri. Pada pelajaran tiga belas kita sudah menyinggung kisah tentang Syekh Hasan Ali Isfahani (ra), bagaiamana beliau menghabiskan malam di samping makam Imam Ridho as. dan beliau isi malam dengan bermunajat kepada Tuhan dan tidak sadar akan dirinya.

Sebagian orang besar, ulama dan marja’, mulai dari malam sampai subuh, disamping makam Imam Husein as. atau makam Imam Ridho as. mereka mengkhatamkan Al-Quran. Maka ketika besar kecintaan, rasa lelah tidak lalai memiliki arti, semakian manusia mencintai Tuhan maka dia akan semakin merasakan kelezatan.

Salah satu nasehat Tuhan dalam hadis ini adalah untuk banyak diam: jelas, ketika manusia mencintai seseorang, maka dia selalu berharap hatinya akan mengingat dia dan berusaha ketika dia ada, perhatiannya hanya kepada dirinya dan ketika tidak ada, hatinya selalu mengingat dirinya. Tentunya, untuk sampai kepada tahapan ini dia harus berdiam, sebab berbicara akan menjadi sebab perhatiannya akan kabur. Pada kesempatan terdahulu telah disebutkan tentang salah seorang teman Allamah Thabathabai bertanya kepada beliau: apa yang harus saya lakukan sehingga ketika shalat saya memiliki kehadiran hati? Beliau menjawab; sedikitlah berbicara. Maka jika manusia menginginkan agar hati bisa berkonsentrasi dan hatinya hanya tertuju kepada Tuhan dan kekasihnya, hendaklah dia untuk sedikit berbicara. Ketika dia banyak berbicara, maka pikirannya akan ke sana dan ke mari sehingga dia tidak bisa berkonsentrasi. Oleh karenanya para kekasih Tuhan adalah mereka yang sedkit berbicara, sebab hatinya hanya tertuju kepadaNya, ketika dia banyak berbicara maka perhatiannya akan terpecah.

dan dia bertawakkal kepadaKu, banyak menangis, sedikit tertawa dan melawan hawa nafsunya

Hubungan Antara Tangisan dengan Kecintaan Tuhan

Orang yang baru memulai perjalanan dan berniat untuk menempuh jalan Tuhan serta mencari keridhoanNya, hendaklah dia menangis karena takut kepada Tuhan, sebab dirinya masih belum suci dari dosa. Selama dia belum memiliki rasa takut kepada Tuhan, maka taubatnya tidak akan sempurna, hatinya belum tersucikan – tangisan karena takut kepada Tuhan ibarat air yang membersihkan segala dosa -. Ketika hatinya sudah tersucikan dari dosa-dosa dan sudah sampai kepada kekasihnya, maka kecintaan untuk sampai kepada kekasihnya akan bertambah.

Dikisahkan tentang Nabi Syu’eb as. bahwa selama seratus tahun beliau menangis sehingga matanya menjadi buta, Tuhan akhirnya menurunkan wahyu kepadanya: wahai Syu’eb! Kenapa engkau begitu menangis? Jika engkau menangis keran takut dari api neraka, maka aku akan haramkan surge bagimu dan jika karena mengharapkan surge, maka aku akan berikan surge kepadamu. Nabi Syu’eb berkata: wahai Tuhan! Engkau Tahu bahwa tangisanku bukan karena takut dari neraka dan bukan karena mengharap surge, akan tetapi karena kerinduan untuk bertemu denganMu (tidak diragukan lagi bahwa Tuhan mengetahui hati Nabi Syu’eb dan tidak butuh kepada jawabannya, akan tetapi dialog ini termasuk dialog antara pencinta dengan kekasihnya). Tuhan berfirman: engkau benar, mulai dari sekarang kalimKu (Musa as.) akan mencari pembantumu.

Dari sisi lain, Nabi Musa as. melarikan diri dari Mesir dan pergi ke Madyan untuk bertemua dengan Nabi Syu’eb as., akhirnya beliau menikah dengan salah satu dari putrinya dan selama sepuluh tahun beliau tinggal disana, berkhidmat kepada Nabi Syu’eb as. dan bertugas untuk mengembala ternak.

Setelah Nabi Syu’eb matanya buta dan tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan, Tuhan mengutus kalimNya – Musa as. – walaupun saat itu belum menjadi nabi, akan tetapi setelah itu beliau menjadi salah satu nabi Ulul Azmi. Karena kecintaan Syu’eb as. kepada Tuhan sehingga dia mendapat kelayakan untuk diberi Musa as. yang merupakan seorang nabi untuk jadi pembantunya. Mungkin karena khidmat Musa as. kepada Syu’eb as. yang menyebabkan dia meraih kenabian.

Maka seseorang yang banyak menangis, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk tertawa, sebab kekasih Tuhan adalah mereka yang sedikit tertawa, itupun dalam rangka membuat yang lain senang. Hatinya sangat merindukan untuk bertemu dengan Tuhan sehingga tidak ada satu pun di dunia ini yang bisa menarik hatinya dan ketika dia tertawa, itu hanya untuk orang lain agar mereka tidak merasa sedih. Walaupun hatinya sangat sedih dimana tidak akan bisa dihibur dengan kegembiraan dunia akan tetapi kesedihan ini hanya akan bisa hilang ketika dia sudah bertemu dengan Tuhan.

Begitu juga ketika seseorang mencintai Tuhan, dia akan menentang keinginan hatinya sebab kecintaan kepada Tuhan tidak akan bisa berkumpul dengan keakuan dan egoism. Maka, untuk bisa sampai kepada Tuhan, dia harus bisa menentang hawa nafsunya, sebab selama dia masih mengikuti hawa nafsunya maka dia tidak akan pernah sampai kepada Tuhan.

Peran Persahabatan dengan Ulama dan Orang Fakir

dan dia menjadikan mesjid sebagai rumahnya, ilmu sebagai sahabatnya, zuhud sebagai temannya, ulama sebagai kekasihnya dan orang-orang fakir sebagai rekannya

Tentunya orang yang mencinta Tuhan, dia akan menjadikan mesjid sebagai rumahnya dan kapan saja dia memiliki waktu luang dia akan pergi ke mesjid untuk bermunajat kepada Tuhannya. Begitu juga pencinta Tuhan akan mencari jalan untuk bisa lebih mengenal kekasihnya, semakin ilmunya tentang Dia bertambah, dia tidak merasa kenyang. Dia selalu berusaha untuk memperbanyak ilmunya tentang sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Ilahi dan selalu menghubungkan segala sesuatu denganNya. Dia mengetahui jelmaan dari asma dan sifat Tuhan dan perhatian dia kepada wujud berdasarkan hal itu dimana mereka adalah jelmaan kekasihnya, inilah yang menyebabkan dia selalu berusaha menguatkan ilmunya tentang ayat-ayat Tuhan.

Orang yang mencintai Tuhan, maka dia pun akan mencintai orang-orang yang dekat denganNya dan orang yang paling dekat dengan Tuhan adalah ulama, dan dia akan memutuskan hubungan dengan orang yang asing dengan Tuhan. akan tetapi yang dimaksud dengan ulama adalah ulama Ilahi dan orang-orang yang mengetahui ma’arif Ilahi. Bagitu juga orang yang mencintai Tuhan dan memilih hidup sederhana dan fakir serta hatinya tidak terpaut kepada dunia, dia akan bersahabat dengan orang yang hidup sederhana dan tidak terikat oleh dunia, bukan dengan orang yang mencintai dunia. Dia akan bersahabat dengan orang yang dengan keinginan dan kesadaran dia meninggalkan dunia. Mungkin saja manusia memiliki banyak harta dan menggunakan hartnya di jalan Tuhan, bukan untuk hawa nafsunya dan dalam rangka mencari kelezatan duniawi. Banyak dari para nabi dan para imam suci yang memiliki banyak harta, akan tetapi hartanya dibagikan kepada kaum fakir, bukan untuk membangun istana dan untuk menghiasi diri dan istananya.

dan mencari keridhoanKu serta lari dari orang-orang yang berbuat maksiat

Para pencinta Tuhan akan selalu mencari keridhoanNya dan untuk bisa meraih ini segala usaha akan dia lakukan. Orang seperti ini tidak akan mendekat kepada musuh-musuh Tuhan bahkan dia akan lari dari mereka, walaupun dalam rangka member mereka hidayah, dia akan mendekatinya, sebab tugas dari para wali Tuhan dan pencintaNya adalah mendidik dan member petunjuk para pelaku dosa, dimana tanpa mendekati mereka, hal itu tidak akan bisa terlaksana, walaupun dia pribadi tidak menginginkan hal itu.

dan dirinya selalu sibuk berdzikir kepadaKu, banyak bertasbih, jujur kepada janji dan menepati perjanjian

Pencinta Tuhan selalu akan mengingatNya dan akan selalu bertasbih kepadaNya sebab tidak ada yang lebih baik bagi seorang pencinta kecuali mengingat kekasihnya. Para pencinta Tuhan bukanorang suka berbuat licik dan mengingkari perjanjiannya. Orang yang benar-benar mencintai Tuhan, dia pun akan bergaul dengan orang lain dengan baik, sementara yang tidak jujur dalam mencintaiNya, dia akan berlaku hipokrit.

dan hatinya bersih, khusu’ dalam shalat dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan kewajiban

Hati yang dekat dengan Tuhan, bersih dari segala kotoran dan tidak mencintai kepada selainNya. Sebab kecintaan Tuhan sudah memenuhi hatinya, dimana dengan adanya kotoran hati maka kecintaan Tuhan tidak akan masuk ke dalamnya. Maka dengan adanya kecintaan kepada Tuhan, menunjukan akan kebersihan hatinya dari kotoran.

dia rindu dengan pahala yang Aku miliki dan takut dengan adzabKu serta bersahabat dengan para kekasihKu

Secara umu para pencinta Tuhan hendaklah mereka jauh dari dunia, sebab kecintaann kepada Tuhan tidak akan pernah bersatu dengan kecintaan kepada dunia. Kecintaan kepada Tuhan memiliki beberapa dimensi dimana secara keseluruhan bisa dikatakan bahwa segala seuatu yang menghalangi kedekatan kepada Tuhan adalah sesuatu yang dibenciNya dan terhitung kepada dunia. Orang yang secara jujur mencintai Tuhan, selain kepada Tuhan dan apa yang berhubungan denganNya dia tidak akan menaruh hati, jika dia mencintai seseorang itu karena orang tersebut dekat dengan Tuhan. Seperti apa yang sudah disampaikan bahwa kecintaan kepada Tuhan memiliki tingkatan. Mungkin saja manusia pada awalnya manusia mencintai sesuatu yang halal dan tidak dibenci oleh Tuhan dan ini tidak bertentangan dengan kecintaan kepada tuhan; akan tetapi kajian adalah berkenaan ketika kecintaan sudah menjadi murni maka kecintaannya hanya kepada Tuhan, kecintaan seperti ini adalah kecintaan para nabi dan para wali imam suci.

wahai Ahmad! Jika dia menjalankan shalat maka shalatnya sama dengan shalat seluruh ahli alngit dan bumi, ketika dia berpuasa maka puasanya sama dengan puasa ahli langit dan bumi, dia akan menjauhi makanan seperti malaikat menjauhinya dan mengenakan pakaian yang sederhana. Kemudian aku melihat dalam hatinya, disana terdapat sedikit kecintaan kepada dunia, sum’ah, riya dan perhiasan dunia, maka akupun tidak mengizinkan dia untuk ada di sisiKu dan Aku keluarkan kecintaann dari hatinya

Bagian akhir dari hadis ini sangat menyedihkan, maka hendaklah kita bisa menerima nasehat dan berusaha menerapkan nasehat ini dalam kehidupan kita. Tuhan berfirman: jika seseorang beribadah sebanyak penduduk langit dan bumi – walaupun hal itu mustahil, akan tetapi kita anggap hal itu ada – dan tidak makan seperti malaikat dan berpakaian sangat sederhana, akan tetapi jika dalam hatinya ada sedikit kecintaan kepada dunia seperti dia cinta untuk terkenal dan dikenal oleh masyarakat serta mencintainya, maka hamba seperti ini tidak akan bisa berada di sisiKu.

semoga keselamatan tercurah kepadamu dan rahmatku. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: