Renungan untuk pencari

Renungan untuk pencari

Bismillaahirrohmaan irrohiim,

“Barangsiapa yang telah melihat orang yang selalu melihat dari sesuatu yang ditanyakan, menceritakan dari segala sesuatu yang disaksikan dengan menyebut segala sesuatu yang diketahui, maka yang demikian itu menunjukkan kebodohannya. “

Jika telah melangkah begitu jauh menempuh jalan ma’rifat, dengan hati ikhlas dan kita lakukan secara kontinu, maka tidak menutup kemungkinan akan tersibaklah hijab. Dengan tersibaknya hijab yang selama ini menutupi mata hati, maka kita akan menemukan rahasia-rahasia (kegaiban) sehingga tampaklah kebenaran yang hakiki. Dimana, pengetahuan mata hati untuk merasakan kebenaran yang hakiki itu belum tentu dirasakan oleh kebanyakan orang.

Bila kita merasakan demikian, maka tetaplah pada pendirian semula yaitu menjaga hati agar tetap ikhlas. Selalu menyandarkan diri kepada Allah. Jangan lalu merasa seolah-olah berbeda dengan orang lain. Dan apabila orang bertanya tentang keajaiban hati yang kita rasakan, maka tahanlah keinginanmu untuk bertutur. Jangan mudah berbicara tentang kegaiban yang kita alami dan kita rasakan.

Sesungguhnya keajaiban yang kita rasakan, semata-mata adalah rahasia titipan Allah yang harus dijaga. Jika kita berbicara tentang hakikat kebenaran sebagaimana ilmu yang kita dapatkan, maka tak semua orang mampu menangkap jalan pikiran kita.

Bisa jadi, orang yang tak mampu menangkap hakikat kebenaran itu menjadi salah paham. Atau bisa juga orang yang mendengar tutur kita itu menjadi hormat. Lalu kita dibangga-banggakan, diagungkan karena sebagai manusia istimewa yang dekat dengan Tuhan, bahkan celakanya lagi, tidak menutup kemungkinan, mereka mengkultuskan kita.

Bila terjadi demikian, maka rusaklah jalan yang telah lama kita tempuh dengan segala pengorbanannya itu.

Maka sungguh merupakan kebodohan, jika rahasia keajaiban yang kita alami itu dijual kesana kemari kepada setiap orang.

Diambil dari buku Telaga Ma’rifat, karya Syaikh Ibnu ‘Athaillah

(It is taken from a book ‘A Lake of Ma’rifat’ from Syaikh Ibnu ‘Athaillah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: