Tafsir Surat Al-Fatihah
Shaykh Hisham Muhammad Kabbani
Makna ar-Rajeem
Allah (swt) bersabda, Fa ‘idha qara*tal Qur*aana fasta@idh billahi min ash-Shaytaan ir-rajeem.” – “Maka jika kamu membaca al Quran, carilah perlindungan dengan Allah dari Shaytaan, yang terkutuk” [16: 98] Ash-Shaytaan, diberi imbuhan kata sifat ar-Rajeem.
‘Ar-rajeem’ adalah bentuk passive dari kata kerja ‘rajm’, dan itu dapat memiliki dua kemungkinan makna; yaitu ‘terkutuk’ atau ‘diusir, dibuang’ sebagaimana dalam sabda Nya, “dan Kami telah menjadikan mereka peluru (roket) untuk mengusir setan (devils)…” [67:5] Ar-Rajeem menunjuk kepada dia yang diusir keluar dari Surga. Siapapun yang telah diusir dari Surga adalah rajeem – terkutuk – layak menerima hukuman untuk perbuatan salahnya.

Kedengkian dan kebencian Shaytaan terhadap manusia
Guru Mursid kita Shaykh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani meriwayatkan bahwa sejak dari awal Shaytaan menentang Adam (as). Setelah Allah swt menciptakan Adam dari lempung (tanah liat), dan sebelum memberikan nyawa kepadanya, Azaazeel, sebagaimana dia disebut pada waktu itu, melihat ciptaan baru Allah. Dia memasuki bentuk lempung kosong itu melalui mulutnya dan menjelajahi hampir ke mana mana melintasi tubuh tak bernyawa itu, melalui semua nadi dan arteri, karena tubuh itu kosong. Dia berpikir dia akan dengan mudah menguasai manusia. Read the rest of this entry »
Posted by Rodheas